Home » » Kelas Tatap Muka Yang Tidak Sengaja

Kelas Tatap Muka Yang Tidak Sengaja

Surabaya.15/04/2014.

Kelas Tatap Muka Yang Tidak Sengaja


Sore hari yang cerah tidak sengaja, tidak kuduga, tidak kukira dan tidak ada niat.
niatnya si cuma datang ke kampus untuk ngambil kursi-kursi yang diamanati pk taufiq untuk diambil dan dibawah ke MUTIS, tak tahunya kursinya banyak dan harus membutuhkan personil untuk mengangkutnya, mau gk mau harus nunggu personil yang mau datang ke kampuz untuk mengikuti kulya, karna aku mintak tolong pada mereka, jadi aku harus mengikuti peraturan mereka, mengikuti kulya sampe selesai habis itu baru ngangkat-ngangkat kursi.

Ternyata tidak ada ruginya mengikuti kulya yang sebenarnya tidak ada niatan untuk mengikutinya, meski tanpa sengaja dan tidak ada niat untuk mengambil ilmu pada waktu itu. Tapi hasilnya wow juga (ada sebagian yang nancep), dari mata kulya Pengantar Bisnis dapat ilmu tentang 9 jurus langit:
  • Nikah,
  • Sholat Tahajjud,
  • Sholat Dhuha,
  • Shodaqoh,
  • Do'a yang selaras (dg ortu, anak, istri dan keluarga lainya), sampe ada yang nyeletuk:"jelas la harus selaras, kalo gk selaras malaikatnya bingung nyatatnya, makanya gk terkabulkan."(hadew??$#!@#).
  • ??
  • ??
  • ??
  • ??
  • yang 2 pk Harun lupa, yg 2 lainnya kelupaan di otakku, maaf
istilah conversation verbal dan non verbal, dari berpakaian, intonasi dan nada dan dakwa (kyok bang haji ae).
istilah Buy low, Sell high. Sampe larangan "jangan mmenjual produkmu dengan harga yang paling murah !!!, pa lagi dengan berbangga diri dengan harga tersebut, itu gk boleh, The Ceaper itu jurus terakhir dalam menjual barang."
Be first
Be better
Be difference
baru dg be Ceaper-jurus terakhir dan harusnya jurus yang paling ampuh, jadi harus disimpan kecuali kalo kepepet (kayak mau bertarung aja) hehehe. .
Mungkin itu saja yang nancep di otakku dari kelas tatap muka yang tidak sengaja dari mata kulya Pengantar Bisnis.

Tapi yang paling nancep di otak adalah kelas tatap muka yang tidak sengaja habis mata kulya pengantar bisnis, kalo tidak salah mata kulya Economi Mikro/Makro??(gk ingat).

Pak Ichsan (kalo gk salah)" Dalam dunia islam, yang dimaksud menuntut ilmu bukanlah mencari terus mendapatkannya habis itu sudah(cukup dengan mendapatkan ilmu tersebut). Tapi dalam dunia islam, yang dimaksud dengan menuntut ilmu adalah mencari terus mendapatkannya habis itu di peraktekkan."

habis mendengar ucapan tersebut, pikiranku langsung flashback mengingat kembali percakapanku dengan orang yang tidak dikenal beberapa hari yang lalu. habis bercakap-cakap mengenai dunia online, ternyata percakapan itu mengharuskan aku menjadi pendengar yang baik, karna ilmu orang itu tentang dunia online bisa di bilang banyak, jd aku hanya menjadi mustami'in. orang tersebut share tentang dunia bloggging, template 2014 yang katanya saat ini tampilannya wow, hacker, sampe game online.

Habis jadi pendengar yang baik, aku harus mengimbangi donk meski hanya nanya-nanya sekedar untuk menyambung untaian kata-kata bpk tadi, dari nanya tentang pekerjaannya sampai nanya tentang dua orang tadi yang bersamanya.

ashab:"trus tadi itu siapanya pk? anaknya ka pk?"
Bpk:"itu tadi keponakanku, yang cewek itu baru lulus dari UBAYA jurusan Akutansi, dan yang cowok juga baru lulus dari PETRA jurusan Arsitek."
Bpk:"tp ya gitu mas, dua-duanya gk seberapa nyambung dengan jurusannya, apa lagi tentang dunia internet, gk tahu, aku tanya-tanya tentang internet gk paham mereka."
Sebenarnya aaku juga gk seberapa paham dengan ucapannya tadi, masak anak jaman sekarang gk paham dengan dunia internet, palagi anak yang bisa di bilang ortunya finannsialnya cukup, anak sekarang kan gk bisa jauh dari gadget, gk bisa kalo semenit saja gk update status??? dari pada bingung, mending tanya aja.
Ashab:"maksudnya apa pk dengan gk nyambung itu pk??"
bpk:"ya iya mas, tahu sendiri pendidikan jaman sekarang, cuma di cekoki ilmu tp gk ada perakteknya, ilmu segudang tp prakteknya gk ada, sama aja mas."
Bpk:"apalagi yang cowok, bahaya itu, gk tahu sama sekali, aku tanya-tanya gk nyambung sama sekali"
emang benar si, dunia pendidikan saat ini emang sudah pada gk mbois, di masukin ilmu tp mentalnya di injak-injak, gk boleh ini gk boleh itu, creatifitas dibatasi, otak di masukin ilmu yang bersamaan dengan masuknya ilmu tersebut terdapat ilmu yang memenjarakan mental-mental anak didik. Sehingga sering kita jumpai baik langsung maupun tidak langsung, anak berpresrasi di sekolahnya, di akademiknya, tp di kehidupan nyatanya anak tersebut terlempar dan jadi pecundang. . dan bla bla bla. .

Mungkin akan kita akan merasah bahwa istilah menuntut ilmu dalam islam itu ribet, gk simple. bukannya yang dimaksud menuntut itu hanya sekedar mencari saja?? dan itu lebih simple dan gampang. Tapi coba kita renungi, berapa ilmu yang sudah kita cari, mulai dari ilmu yang sudah kita ikat sampai ilmu yang tidak kita ikat, mungkin hanya beberapa saja yang kita ingat, yang secara tidak sadar sudah reflek dengan kita (di luar kepala ingatnya). tapi coba itung-itung lagi berapa persen ilmu yang masih kita ingat mulai dari kecil sampai dewasa ini??? jawabanya:"$%@#%$(semua sudah pada tahu tanpa tempe).

Alasan dari semua itu adalah karna kita gk perna memperaktekkan ilmu itu, paling sebagian, sebagian lagi masuk gudang memori di otak kita. Mau gk Mau memang cara islamlah yang benar dalam mendefinisikan kata menuntut ilmu itu.

Ok. yang jelas tiap ilmu ada waktu tersendiri dalam memperaktekkannya, yang terpenting!!!
BISMILLAH mudah-mudahan kita dikasih kemudahan dalam memprktekan ilmu yang sudah kita miliki. Aamiin.
Dan yang nancap lagi di otak dari pelajaran kemarin malam adalah "Orang Islam itu sebenarnya Wajib jadi orang KAYA"
tapi sayang penjelasanya gk seberapa masuk dikarnakan beberasa mulai masuk, rasa ngantuk, rasa capek dan rasa males mulai hinggap di tubuh, jd yg kena hanya sekedar "karna kita tidak boleh meninggalkan keturunan kita dalam keadaan yang lemah, dan biar kita bisa saling membantu umat islam lainnya"

Mungkin itu saja ceritaku tentang malam kemarin, tentang kelas tatap muka yang tidak sengaja
INI CERITAKU, TERUS APA CERITAMU???
kalo punya cerita unik dan menarik kirim aja ke-P.OBOK JKT48 no 008212

ALLAHUMMA ANGFA'NI BIMA ALLAMTANI. WA ALLIMNI MA YAN FA'NI WA ZIDNI ILMA aamiinn 
Salam          
loading...
Share this on your favourite network

2 comments:

  1. 2 jurus langit yang lupa adalah perbanyak bersedekah dan perbanyak istigfar

    ReplyDelete

Email Newsletter

Write For Us

Sayidina Ali r.a:
 ”Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.
Imam Syafii:
"bahwa bodoh orang yang memburu kijang liar di hutan, mendapatkan tapi tidak mengikatnya. Begitulah ilmu bila tidak ditulis."
Ashabul Kholifah:
"Ikatlah Kijang liarmu (ilmu) dengan Keyboardmu."
(just kidding)
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS