Home » » Pengalaman Penuh Hikmah

Pengalaman Penuh Hikmah

Pengalaman Penuh Hikmah

Pengalaman Penuh Hikmah


Secuil kisah penuh hikmah 
dan pengalaman yang luar biasa
tak bisa dibeli, dijual, bahkan dibayar dengan harga berapapun itu...
karena semua itu hanya terjadi sekali saja,
tak bisa untuk terulang kembali..

perjalanan ini dimulai setelah sholat shubuh,
semua teman-teman menyiapkan diri mereka untuk segera berangkat
akan tetapi kami semua makan bersama dahulu,
saat makan,
ada rasa yang berbeda..
yaitu kekeluargaan diantara kami begitu syahdu,
rona kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah mereka..

sesudahnya,
kami berangkat naik mobil..
selama perjalanan para ustadz bercerita tentang tempat yang akan kita kunjungi...
tempat itu adalah di wonosalam,
suatu tempat yang dulunya suka kekurangan air
hutannya gundul,
sampai masyarakatnya mayoritas sangat miskin...

dalam hati sontak berkata..
mungkinkah??
mungkinkah kami semua akan diajak ke tempat yang kumuh,
dengan masyarakat yang mayoritas miskin??

tapi,
lanjut sang ustadz..
sekarang desanya sudah sangat makmur
hutannya lebat dengan beraneka macam jenis pohon, buah dan sayur..
dan sekarang juga sangat berkelimpahan air,
masyarakatnya pun sangat berkecukupan, karena hasil alamnya begitu berlimpah

penilaian awal saya salah,
karena desa yang akan kami tuju adalah desa makmur
disitu saya belajar bahwa, 
tak baik kita menilai sesuatu dengan sepihak
apalagi informasi yang kita dapat tentangnya hanya secuplik saja

lanjut..
tak ku sangka..
sepanjang perjalanan pemandangannya sangat indah,
udaranya sejuk
sangat memanjakan mata..

sesampainya di wonosalam,
kami disambut dengan ramah
kami di jamu dengan jenis makanan yang belum pernah kami tau sebelumnya..
mereka menganggap kami sudah bagai keluarganya sendiri..

disitu saya belajar
bahwa kita semua ini adalah saudara,
saudara sesama muslim,
sudah selayaknya lah kita harus saling mencintai
menyayangi,
bukan saling mencederai...

tiba saatnya malam hari..
kami dibangunkan oleh ustadzah,
katanya kami semua disuruh untuk jelajah malam,
dari penjelasan sang ustadz,
kami ini diajari untuk mengambil hikmah dari setiap pos yang disediakan..
oh no..
hati sudah berdebar,
ketakutan melanda..

pada pos pertama ustadz berkata,
jangan takut,
takutlah kepada ALLAH saja,

yup...
aku pun tersadar,
apa sebenarnya yang aku takutkan dalam perjalanan malam ini??
malam..
mengapa aku takut dengan malam?
atau mungkin aku takut dengan makhluk ghaib?
aku salah..
aku tidak perlu takut dengan kegelapan malam,
karena di alam kubur pun juga amat gelap nantinya
syaithon..
kenapa aku harus takut dengannya?
bukankah ia makin senang kalau kita ketakutan?
benarlah kiranya..
kita harusnya takut kepada ALLAH saja,
karena hanya ALLAH lah sebaik-baiknya tempat untuk berlindung..

kami susuri hutan yang sangat gelap gulita itu,
melawati pos-pos yang sudah disediakan
membaca pesan di tiap posnya,
hingga sampailah pada pos keempat
ustadz menanyakan kepada kami apa saja pesan yang telah kau dapatkan dari tiap posnya
kami menyebutkan semuanya dengan sangat lengkap
mulai dari
yang muda yang cinta masjid,
berkomitmen dalam dakwah,
hingga takutlah kepada ALLAH saja

dan ustadz pun memberikan kata-kata hikmahnya,
ingatlah...
jika ada 1 saja pesan yang terlupakan
maka pesan tersebut tidak akan pernah tersampaikan
terapkanlah ilmu yang telah engkau dapatkan
berbagilah kepada orang lain
agar ilmumu menjadi bermanfaat dan terhitung sebagai amal jariyah untuk dirimu,

ya..
banyak sekali hikmah dan pengalaman yang aku dapatkan
berkesan dan tidak akan pernah terlupa..
dan membuat hidup ini menjadi bermakna...
semoga kita semua masih diberi oleh ALLAH kesempatan
agar semakin banyak pengalaman dan hikmah yang bisa kita ambil dalam kehidupan yang fana ini...

Selamat BerMuhasabah 18/01/2016
loading...
Share this on your favourite network

3 comments:

  1. Subhanallah.. Sangat inspiratif . :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. selalu ada hikmah disetiap perjalanan kita
      nikmati dan syukuri aja :-D

      Delete
  2. Subhanallah.. Sangat inspiratif . :-)

    ReplyDelete

Email Newsletter

Write For Us

Sayidina Ali r.a:
 ”Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.
Imam Syafii:
"bahwa bodoh orang yang memburu kijang liar di hutan, mendapatkan tapi tidak mengikatnya. Begitulah ilmu bila tidak ditulis."
Ashabul Kholifah:
"Ikatlah Kijang liarmu (ilmu) dengan Keyboardmu."
(just kidding)
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS