Home » , » Ksatria Zahid, Pembela Tauhid

Ksatria Zahid, Pembela Tauhid

Ksatria Zahid, Pembela Tauhid

Ali Bin Abi Tholib Kesatria Zahid, Pembela Tauhid
Ali Bin Abi Tholib Kesatria Zahid, Pembela Tauhid

Mahmud Budi, Lc
Penulis Bina Kalam indonesia


Mahmud Al-Mashri, dalam buku Ashabu Al-Rasul (1/185), menjuluki sosok multi talenta ini sebagai "Singa Pahlawan". Dan Mahmud Abbas Al-Aqqad dalam buku Abqoriyyatu Al-Iman (19), menyebut kunci kepribadian manusia agung ini dengan "Ksatria".

Sahabat yang dikenal tampan, kuat, jenius, pemberani, Teguh pendirian, adil, Alim, Dermawan, ahli sya'ir mujahit tanggu dan zahid (sederhana) ini, sejak berusia 6 tahun sudah merasakan langsung asuhan dan pendidikan dari nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam.

Saat berusia 10 tahun (Waktu hijrah Nabi) ia mendapat amanah besar (yang bisa mengancam keselamatan hidupnya): pertama, menggantikan Nabi tidur (saat hijrah). kedua, mengembalikan barang titipan orang kafir yang diamanahkan kepada nabi (nur al-yaqin,73) amanah ini dilaksanakan dengan baik.

Figur Agung ini bernama Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu Anhu. Sepupu nabi berjuluk Abu Turab (Bapak debu), anak yang pertama kali masuk Islam, sahabat yang mendapat kesaksian shahid dan jaminan surga. Suami Fatimah (putri Rasulullah). Anak-anaknya (Hasan dan Husain) (sesuai sabda Nabi) akan menjadi penghulu Pemuda surga (Hr. Turmudzi). Sahabat yang dicintai Allah dan Rasulnya. Sahabat yang diposisikan seperti Nabi Harun.

Saat menjadi kholifah keempat (35H), ia berada dalam kondisi sulit. Satu sisi beliau harus meredam fitnah internal dan kawan kawannya yang menuntut pembunuh Utsman yang ingin segera dieksekusi, yang kemudian meletus perang Jamal dan shiffin, bahkan lahir sekte Syi'ah dan khawarij.

Secara eksternal, beliau harus menjaga kedaulatan negara yang sedang terancam. Meski demikian keinginan untuk menciptakan stabilitas keamanan dan persatuan selalu bergelora dalam jiwanya.

Takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala berkata lain. Sebelum sukses merealisasikan cita cita, ia dibunuh oleh Abdurrahman Bin Muljam (konspirasi besar sekte khawarij pasca perang nahrawan. Muawiyah dan Amru bin Ash juga dijadikan sasaran meski tak berhasil). Pada tahun 40H, bertepatan dengan bulan Ramadhan, khalifah ke 4 akhirnya Syahid saat membangunkan orang sholat shubuh (al-khulafah al-rosyidun, 631).

Pelajaran penting yang diabadikan sejarah Dari lembaran emas hidupnya:
  • pertama, semangat jihad yang tak pernah surut
  • ke 2 keadilan Sebagai seorang pemimpin dan hakim
  • ketiga, kezuhudan (kedermawanan).
  • keempat, kedalaman ilmu
  • kelima, semangat pemersatu.

kehidupannya bener-bener mencerminkan Kesatria Zahid pembela tauhid (yang berarti mendakwahkan keEsaan Allah SWT dan menyatukan umat Islam yang terpecah belah). Beliau layak dicintai dan diteladani. Tidak berlebihan jika suatu saat Rasulullah bersabda "wahai Ali tidak mencintaimu kecuali mukmin. Dan tidak menyukaimu kecuali orang munafik" (HR. Muslim)
Yatim Mandiri edisi Agustus 2015 (11)
loading...
Share this on your favourite network

0 comments:

Post a Comment

Email Newsletter

Write For Us

Sayidina Ali r.a:
 ”Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.
Imam Syafii:
"bahwa bodoh orang yang memburu kijang liar di hutan, mendapatkan tapi tidak mengikatnya. Begitulah ilmu bila tidak ditulis."
Ashabul Kholifah:
"Ikatlah Kijang liarmu (ilmu) dengan Keyboardmu."
(just kidding)
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS