Home » » Menghargai Waktu

Menghargai Waktu

Waktu Adalah Pedang

Waktu terus berputar dan semakin maju, namun kehidupanku mengenai waktu semakin hari makin gak karuan, aku makin gak bisa menghargai waktu, selalu menyia-nyiakan waktu, bermalas-malasan dan menunda-nunda suatu kebaikan.

Waktu Adalah Pedang

Dengan hadirnya postingan di dalam blog pribadiku ini, pemilik berharap bisa berubah! menjadi pribadi yang lebih bisa lagi menghargai waktu, lebih bisa memanfaatkan waktu dengan lebih baik lagi, karena kita pasti sadar, betapa menakutkannya sang waktu itu bila kita tidak bisa menggunakannya dengan baik, dan aku berharap bagi siapa saja yang membaca postingan ini bisa menjadi pribadi yang lebih baik setelah membaca postingan ini!! Aaamiiinnnn. . .
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (Muttafaqun ‘alaih)
Waktu,
yang tak akan pernah kembali….
lembaran kisah, akan segera usang atau menjadi kenangan,
pahit…manis…gelap dan terangnya akan menjadi cerita
Waktu,
yang terkadang terasa berlari …. atau merangkak begitu lambat
namun yang pasti dia tak akan pernah berhenti,
terus meninggalkan kita yang masih tergagap… dan ternganga-nganga
seperti malam yang meninggalkan pagi …
Waktu,
merangkai mistery dalam dalam bingkai cerita yang penuh tanda Tanya,
namun PASTI..!!!
seperti “maut” yang menjumpai jiwa yang masih terbalut raga.
seperti api yang membakar kayu menjadi abu…
lalu…..
masihkah kita akan membiarkan waktu berlalu tanpa sesuatu,
atau kita berpasrah diri ditelan “waktu”
karena tak akan ada yang mampu menghentikan “waktu”
sekalipun langit runtuh….dan bumi mendadak beku,
Waktu,
akan tetap setia berjalan seperti apa adanya…
benci bisa berubah menjadi cinta…
terang benderang seketika berubah menjadi gelap gulita
tak ada yang diam… semua bergerak, karena
Waktu,
bumi terus berputar
roda zaman terus menggilas…….
terseret…terhempas…tergilas…..atau terkubur,
semua berpacu dengan….
Waktu
apa yang telah pergi tak akan sama dengan apa yang akan datang kembali,
sekali harus berarti…karena yang Maha Menciptakan telah bersumpah
demi Waktu
Sesungguhnya manusia dalam keadaan yang merugi, kecuali
mereka yang beriman dan yang selalu saling menasehati…
dalam hal kebaikan dan kesabaran….
Waktu,
memang tak akan pernah berhenti………..
terus bergulir mengalir bagai air…

Puisi "WAKTU"
Heri S.Kaendo

Penyesalan terhadap waktu yang telah berlalu adalah penyesalan yang tinggal penyesalan. Ingatlah, waktu yang sudah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi.
الوقت أنفاس لا تعود

“Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.”

Syaikh ‘Abdul Malik Al Qosim berkata, “Waktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat atau beberapa jam bisa berbuah kebaikan, maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.” (Lihat risalah “Al Waqtu Anfas Laa Ta’ud”, hal. 3)

Hendaknya kita sadar bahwa waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi seorang hamba. Sungguh disayangkan jika waktu belalu begitu saja tanpa digunakan untuk melakukan ketaatan dan beribadah kepada Allah Ta’ala yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita.

Time Is Like Sword, If You Don't Cut with It, It Will Cut You

(Waktu Laksana Pedang)

Jika kita tidak pandai menggunakan pedang, niscaya pedang tersebut akan menebas diri kita sendiri. Demikian juga waktu yang telah diberikan oleh Allah Ta’ala. Jika kita tidak mampu memanfaatkannya untuk berbuat ketaatan kepada-Nya, niscaya waktu akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.

Dalam kitab Al Jawaabul Kaafi karya Ibnul Qayyim disebutkan bahwa Imam Syafi’i pernah mendapatkan pelajaran dari orang sufi. Inti nasehat tersebut terdiri dari dua penggalan kalimat berikut:
الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل

“Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”

Saudaraku. . . senantiasalah engkau meminta pada Allah kebaikan pada hari ini dan hari besok karena hanya orang yang mendapatkan taufik dan pertolongan Allah Ta’ala yang dapat selamat dari tebasan pedang waktu.

Ibnu Mas’ud berkata,
ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﴰﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻭﱂ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ.
“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”

Al Hasan Al Bashri berkata,
ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺔ ﺇﻋﺮﺍﺽ ﺍﷲ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺃﻥ ﳚﻌﻞ ﺷﻐﻠﻪ  ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻪ ﺧﺬﻻﻧﺎﹰ ﻣﻦ ﺍﷲ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ
“Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia sebagai tanda Allah menelantarkannya.”
Puisi "Waktu Berlalu Begitu Cepat"
Aku terdiam...
Namun hati dan pikiranku meraung
Bertanya pada malam dan angin yang berhembus
"Mengapa? Mengapa waktu tak pernah ada untuk kami?"

Kemudian aku berdiri...
Menghirup dalam udara malam
Kemudian menatap ke langit dan bertanya lagi kepada malam
"Belum sempat aku cerita, mengapa ia menghilang secepat itu?"

Aku butuh dia...
Di saat air mata ini mendera bumi
Menghibur di kala tak ada seorang pun yang mau mengerti
"Tapi mengapa? Malam menelannya terlalu waktucepat"

Semoga dengan postingan sederhana ini membuat kita melek dan sadar betapa pentingnya waktu dalam kehidupan ini, membuat kita bisa lebih menghargai lagi, agar kita bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.
Waktu adalah nafas yang tidak akan kembali

Keraslah engkau pada dirimu sendiri. .!!
Niscaya dunia akan lunak kepadamu. .
Lunaklah engkau pada dirimu sendiri. .!!
Niscaya dunia akan keras kepada kamu. .

Juwari PonPes YTP Kertosono
15/11/2015      
loading...
Share this on your favourite network

0 comments:

Post a Comment

Email Newsletter

Write For Us

Sayidina Ali r.a:
 ”Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.
Imam Syafii:
"bahwa bodoh orang yang memburu kijang liar di hutan, mendapatkan tapi tidak mengikatnya. Begitulah ilmu bila tidak ditulis."
Ashabul Kholifah:
"Ikatlah Kijang liarmu (ilmu) dengan Keyboardmu."
(just kidding)
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS