Home » » My Trip Fii Sabilillah

My Trip Fii Sabilillah

My Trip Fii Sabilillah

My Trip Fii Sabilillah
Melepas penat di sebuah pondokan



sebuah perjalanan akan terasa bermakna,
jika banyak hikmah yang bisa kita ambil di dalamnya,
dan juga dengan siapa kita melakukan sebuah perjalanan itu
akan membuat cerita tersendiri dalam hidup kita...

sahabat,
adalah salah satu orang yang dekat dengan kita
yang sabar mendengar keluhan kita
yang juga bahagia melihat kita bahagia
yang selalu setia memberikan nasihat jika kita salah
beruntunglah jika kita memiliki sahabat yang cintai kita karena ALLAH

maka, melakukan perjalanan dengan sahabat
sudah dipastikan akan menjadi hal yang paling membahagiakan
karena akan banyak sekali kenangan yang bisa kita ukir dengannya
kita juga bisa melukis kisah syahdu dengan sahabat yang kita cintai
tawa bersama
bahagia bersama...

dan perjalanan kami pun diberi nama
My Trip Fii Sabilillah
kami mengambil nama itu
karena ada harap semoga perjalanan yang kami lakukan tidak akan pernah melupakan ALLAH
tidak akan mengabaikan kewajiban, sholat misalnya...

ya,..
perjalanan kami dimulai saat setelah shubuh,
udaranya masih sejuk
dan suasananya masih sangat asik sekali..
dan sepanjang perjalanan kami saling berbagi cerita,
berbagi inspirasi
sampai lelah pun melanda, semuanya pada tertidur
tidak terasa...
kami pun sudah sampai di tempat tujuan,

sebuah desa...
yang jumlah penduduknya hanya 300 orang saja
desa ini sangat terkenal karena kisahnya yang sangat luar biasa
desa Panglungan, Wonosalam, Jombang...
desa ini kaya akan inspirasi
ketangguhan warganya
dan juga sumber daya alamnya sangat berlimpah...

saya dan juga sahabat saya melepas lelahnya perjalanan ini
dengan mengelilingi desa tersebut,
tak kami sangka
jenis buah dan sayurannya sangat banyak
ada buah durian , alpukat, dll
ada banyak jenis sayuran yang tak pernah kami ketahui sebelumnya
dan juga kami menemukan buah alpukat yang jatuh
setelah minta izin
kami makan buah tersebut bersama-sama...
indahnya berbagi dengan sahabat yang kita cintai
sangat membuat hati kita tentram dan damai..

lanjut..
kami istirahat di salah satu rumah penduduk,
kami terharu bapak dan ibunya menyambut kami dengan sangat baik
sangat ramah
bahkan mereka menyatakan bahwa kami ini dianggap sebagai anaknya sendiri
ya beruntunglah kami dipertemukan dengan orang-orang yang cinta-mencintai karena ALLAH

dan ada satu cerita yang membuat kami terinspirasi
awalnya kami tak mengerti,
mengapa listrik di desa ini sebentar menyala, sebentar padam
ternyata pemakaian listrik ini bergiliran
mereka saling berbagi satu sama lain..
subhanallah..
luarbiasa warga di desa ini
jiwa berbagi diantara mereka sangat tinggi
kami semua sangat tersentuh sekali...

keesokan harinya..
kami semua menelusuri hutan
dan ingin menemukan sumber mata air yang sangat indah katanya,
sepanjang jalan, pohon-pohon yang menjulang menjadi pemandangan
tebing-tebing kokoh juga sangat memanjakan mata,
jauh jarak yang kami tempuh tidak mematahkan kami,
canda tawa mengiringi perjalanan kami,
dan...
tak terasa kami pun sampai,
kami sangat bahagia,
airnya deras,
jernih..
saya dan juga sahabat saya menikmati air coban selo lapis itu..

kemudian...
kami lanjut menuju good view
konon katanya sangat indah sekali pemandangannya,
dan benar saja, kami semua merasa takjub,
subhanallah..
maha suci engkau ya ALLAH
betapa ciptaanMu ini begitu indah
kami merasa sangat bahagia,
disana bisa terlihat jelas,
tebing-tebing
gugusan pohon yang berjajar rapi,
terlihat juga gunung anjasmoro yang begitu mempesona...

My Trip, Fii Sabilillah
semoga nama ini menjadi doa
agar kami tidak terlena akan perjalanan ini
dan juga agar tidak sia-sia
banyak sekali ibroh yang kami ambil dalam perjalanan ini
kisah persahabatan kami,
semoga juga tidak akan putus hingga maut memisahkan
dan dipersatukan kembali di JannahNya..
Aamiin ya Robbal'alamiin....

***
Untuk mengetahui cerita liburanku yang lainya di desa Wonosalam bisa ngunjungi link di bawah ini :
Pengalaman Penuh Hikmah
Wonosalam, Pk Wagisan dan Kelestarian Alam

Selamat BerMuhasabah 22/01/2016
loading...
Share this on your favourite network

0 comments:

Post a Comment

Email Newsletter

Write For Us

Sayidina Ali r.a:
 ”Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.
Imam Syafii:
"bahwa bodoh orang yang memburu kijang liar di hutan, mendapatkan tapi tidak mengikatnya. Begitulah ilmu bila tidak ditulis."
Ashabul Kholifah:
"Ikatlah Kijang liarmu (ilmu) dengan Keyboardmu."
(just kidding)
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS