Home » , » Kisah Lebah dan Lalat

Kisah Lebah dan Lalat

LEBAH dan LALAT


Kisah Lebah dan Lalat
Kisah Lebah dan Lalat


Sebuah pertanyaan yang sangat menggelitik..

Mengapa lebah itu lebih cepat menemukan bunga?? 
sedangkan lalat itu lebih cepat menemukan kotoran??

jawabannya adalah...

Karena naluri lebah itu hanya untuk menemukan bunga, 
sedangkan naluri lalat itu hanya untuk menemukan Kotoran...

nah... kenapa bisa begitu??


Sebab lebah itu tidak tertarik pada kotoran, 
Sedangkan lalat malah sebaliknya, ia tidak tertarik pada harum dan keindahan bunga...


Alhasil....


Lebah sangat kaya akan madu,
sebaliknya lalat sangat kaya dengan  yang namanya kuman penyakit...

Dari kisah Lebah dan Lalat tersebut,
Kita buat pertanyaan yang semakna dengan itu,

Pertanyaannya adalah...


Mengapa sebagian orang menjadi buruk??
dan sebagian yang lain menjadi baik?

dan jawabannya...


Karena orang yang menjadi buruk tidak tertarik pada hal-hal yang baik (nilai-nilai keimanan),,
namun bila ada hal-hal yang buruk, nilai-nilai kekafiran, ghibah, permusuhan terhadap Islam, sampai kepada kesyirikan yang sistemik mereka begitu bersemangat dan menggebu tanpa pikir panjang lagi...


Orang baik ialah orang yang tidak tertarik dan tak mau merespon akan hal-hal buruk, menyelisihi syariat, kesyirikan, isme-isme atau ideologi selain Islam, isu yang tak jelas, ghibah, dll. bahkan semua jenis perkara dien yang tidak diajarkan dalam islam sekalipun itu tetap ditolaknya...


Berkata Abdullah bin Abbas:
"Sesungguhnya kebaikan (kebenaran) itu memberikan cahaya pada wajah pelakunya, menjadi pelita bagi hati, memberi kelapangan rezeki, membentuk kekuatan jasad, dan membuat orang-orang mencintainya.
Adapun sesungguhnya kejahatan (keburukan) itu membuat muka carut-marut, memberi kegelapan dalam hati, kelemahan pada badan, mengurangi pintu rezeki, dan membuat orang lain membencinya."
(Ad Da' wad Dawa' & Ibnul Qoyyim)

Jika kita seperti lebah yang menghasilkan madu (kebaikan), maka orang-orang di sekeliling kita juga akan mencicipi manisnya (kebaikan). Tapi jika kita seperti lalat, maka kuman (kebathilan) yang kita tebarkan juga akan menjerumuskan orang lain.

Janganlah engkau lalat,
Hinggap di tempat busuk dan berulat...
Tak peduli apa yang dijilat,
Yang penting baginya lezat dan nikmat...
Alangkah bagusnya seekor lebah,
Mencari penghidupan di tempat yang indah...
Ia tak terlihat di kubangan sampah,
Apa yang diambil & dihasilkannya pun berfaedah...


Dari Abu Hurairah, Rasululloh shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tdk bermanfaat baginya" (HR. Tirmidzi).


Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari indahnya kisah Lebah dan Lalat ini... :)

Selamat BerMuhasabah 18/02/2016

loading...
Share this on your favourite network

0 comments:

Post a Comment

Email Newsletter

Write For Us

Sayidina Ali r.a:
 ”Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.
Imam Syafii:
"bahwa bodoh orang yang memburu kijang liar di hutan, mendapatkan tapi tidak mengikatnya. Begitulah ilmu bila tidak ditulis."
Ashabul Kholifah:
"Ikatlah Kijang liarmu (ilmu) dengan Keyboardmu."
(just kidding)
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS