Home » , » Terimakasih Telah Memilihku Suamiku

Terimakasih Telah Memilihku Suamiku

Suamiku,,
Terimakasih telah memilih ku untuk menjadi pendamping hidupmu, menjadi ibu dari anak kita, menjadikanku bagian dari separuh perjalanan hidupmu..

Suamiku,,
Aku mencintaimu, mencintai ketulusan hatimu, mencintai kesabaranmu, mencintai semua hal yang ada di dirimu.

Terimakasih Telah Memilihku Suamiku
Terimakasih Telah Memilihku Suamiku

Suamiku,,
Maafkan aku bila aku tak bisa menjadi istri yang sempurna, tak bisa menjadi sama persis seperti yang kau harapkan, tak bisa menjadi istri yang sesuai standar keistrian seperti yang kau angan angankan sebelum memilih ku menjadi makmum mu.
Tetapi, Suamiku..
Bagiku, kau dan Anak kita adalah satu kesatuan yang tak mungkin bisa aku pisahkan dari hatiku, tak bisa aku kesampingkan. Karena bagiku, kau seperti Jantungku, dan azhel seperti denyut nadiku.
ah,, mungkin bagimu aku terlalu berlebihan. Tetapi tidak bagiku.

Suamiku,,
Hari ini, usia pernikahan kita sudah 2 tahun. Di usia yang seumur jagung ini, sudah banyak cerita tentang kita. Ada tawa dan tangis terselip dalam perjalanan kita. Tawa yang tercipta hanya untuk memendam perasaan kecewa, atau bahkan tangis bahagia yang meluap menjadi cucuran air mata.
Semua rasa sudah kita kecap. ah, belum.. belum semua. Anggaplah dari 10 rasa, baru 3 jenis rasa yang kita kecap bersama. Tapi, semua itu membuat ku semakin jatuh cinta padamu.

Kau yang selalu berusaha mengubah ku untuk menjadi wanita yang lebih baik, kau yang selalu mengajariku segala hal yang belum aku ketahui, kau yang tidak pernah bosan mengingatkanku akan segala kesalahanku.
Semoga Tuhan selalu memberikan Rahmat dan Ridho nya untuk keluarga kecil kita yang suatu saat nanti mungkin menjadi keluarga besar. grin emotikon

Semoga Sakinah, Mawaddah dan warohmah selalu bersama keluarga kita.

Suamiku,,
Aku mencintaimu.
Selamat BerMuhasabah 21/04/2016
loading...
Share this on your favourite network

0 comments:

Post a Comment

Email Newsletter

Write For Us

Sayidina Ali r.a:
 ”Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.
Imam Syafii:
"bahwa bodoh orang yang memburu kijang liar di hutan, mendapatkan tapi tidak mengikatnya. Begitulah ilmu bila tidak ditulis."
Ashabul Kholifah:
"Ikatlah Kijang liarmu (ilmu) dengan Keyboardmu."
(just kidding)
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS